0

Sejauh mata ini memandang
Yang tampak hanyalah lukisan-lukisan keindahan
Kuasa kerajaan Tuhan
Alam....!! Kerajaan kuasa Tuhan
lemah gemulai dedaunan
Menyambut tiupan angin santun,
bergoyang
Berisik gemericik suara air
Bak lantunan merdu bidadari tepi telaga
Sejauh mata ini memandang
Yang tampak hanyalah lukisan-lukisan keindahan
Kuasa kerajaan Tuhan
Alam....!! Kerajaan kuasa Tuhan
lemah gemulai dedaunan
Menyambut tiupan angin santun,
bergoyang
Berisik gemericik suara air
Bak lantunan merdu bidadari tepi telaga
Burung-burng musafir kembali berkumpul
Dari rantauan musim salju panjang
Berdendang melepas rindu bersahutan
Kutilang penguasa langit
berputar berguling mengukir khot
Kaligrafi-kaligrafi
terbaik milik sejuta seniman
Mega sejuk menyelimuti tegapnya pegunungan
Dari sorotan mentari sayup-sayup mengintip
Petak-petak sawah tak jenuh menyungging senyuman
Jangkrik, kodok bertukar sandi malam
Di naungan tangkai-tangkai ilalang
Anak-anak ayam membuntuti langkah induknya
Menjelajah hamparan hijau rerumputan
Alam....!! Kuasa Tuhan
Haruskah kurangkai seribu pertanyaan
Sedang mereka sibuk tak menghiraukan
Tak ada jawab dan penjelasan
Semua berisyarat semu akan arti gambaran
Ingatlah.....!!
Terang dan lantang "Tuhan"
Alam, semesta kuasa Tuhan

By : Ridwan
Lokasi : PP Babussalam
Call : +623314085554, +6285731040914

Dikirim pada 09 Februari 2009 di Puisi


Di ujung rerimbunan bambu
Kusaksikan Bulan berdendang lagu cinta
Sambil menengadah pada tatapan sang Matahari
Seakan Bulan sedang malu pada kawanan Bintang - bintang
Yang menertawakannya penuh kecemburuan
Menyembul sinar kian pucat pasi
Bulan menghilang dalam kegelapan
Di ujung rerimbunan bambu
Kusaksikan Bulan berdendang lagu cinta
Sambil menengadah pada tatapan sang Matahari
Seakan Bulan sedang malu pada kawanan Bintang - bintang
Yang menertawakannya penuh kecemburuan
Menyembul sinar kian pucat pasi
Bulan menghilang dalam kegelapan
Bulan, bulan ....
Di bumi Tuhan, kau kutemukan
Di bumi Tuhan sinarmu kurasakan
Di bumi Tuhan gelap hati kau terangkan
Di bumi Tuhan cahayamu lembut kupandang
Tapi mengapa kini sinarmu kau sembuyikan
Di balik bambu. bambu kebencian
Sedangkan aku masih di bumi Tuhan
Biarlah malam tak pernah siang
Agar nyanyianmu tetapbisa ku dengarkan
Atau biar kutertidur dalam anasnya siang
Agar tiada pernah kau tergantikan
Oleh panasnya mentari yang membakar
ribuan kenangan
Di bumi Tuhan ini, aku adalah penantian

Selengkapnya Bisa Anda Kunjunggi di My Blog
arbanboy.blogspot.com
by :Ridwan
Lokasi : PP Babussalam
call : +623314085554, +6285731040914





Dikirim pada 08 Februari 2009 di Puisi

Kau lantukan Alfiyahmu setiap waktu
mengisi detik - detik lalu
merambah menit - menit menjadi masa lalu
Hingga yang ada di kenang
Berlalu dalam kalbu
Meninggalkanku melupakanmu
Karena nahwu, nahwu dan nahwu
Sungguh kau kukagumi nomer satu
yang kutemukan di alur kehidupanku
Sedang akulah pengagum ragamu
Berkobar jutaan konflik menyatu
Kau kupas teliti satu persatu dengan nahwu
Nahwu yang kau unggulkan selalu
Tak pernah yang tau
Mengapa mengagumimu itu nmer satu
kau selalu ada
Untuk nahwu da
n ku setiap waktu

Selengkapnya Juga Bisa Anda Kunjunggi Di
arbanboy.blogspot.com

by :Ridwan
Lokasi : PP Babussalam
call : +623314085554, +6285731040914


Dikirim pada 08 Februari 2009 di Puisi
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA