0
04 Jul

Walisongo





"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.

Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha



Dikirim pada 04 Juli 2010 di Sejarah Islam Di Indonesia

Tujuh Hari Hidup Dalam Kubur



Ada seorang pemuda Bani Isroil yang menderita sakit keras berkepanjangan. Melihat kondisi anaknya yang tak kunjung sembuh sang ibu bernadzar, ”Yaa Allah, jika Engkau berkenan memberikan kesembuhan pada anakku, maka aku akan melaksanakan “pendem bumi” atau berada dalam bumi selama tujuh hari”. Tidak lama setelah sang ibu bernadzar, Allah mengabulkan permohonannya, pemuda yang sakit tadi akhirnya sembuh total. Namun, setelah beberapa hari dari kesembuhan anaknya, sang ibu tak kunjung melaksanakan nadzarnya.

Suatu malam ibu tadi bermimpi, ia bertemu ular yang bisa berbicara, “Wahai ibu, cepatlah engkau laksanakan nadzarmu sebelum Allah menimpakan bala padamu”. keesokan harinya ia bercerita tentang mimpi tersebut pada anaknya, dan ia berkata, “Wahai anakku, untuk melaksanakan nadzarku, maka galilah tanah di kuburan umum sana”. Sang anak dengan sangat berat hati dan deraian air mata yang bercucuran karena begitu terharu melihat pengorbanan ibunya, akhirnya menggali tanah di kuburan sesuai dengan nadzar sang ibu. Dan ketika sudah selesai penggalian, lalu pemuda tadi memasukkan ibunya dalam kubur tersebut, dan ketika itu ibu berdo’a, ”Yaa Allah, Engkau telah mengabulkan permintaanku sehingga anakku telah sembuh dari sakitnya, dan dengan ini aku melaksanakan apa yang menjadi nadzarku, maka jagalah aku dalam kubur ini dari segala bahaya”.

Dan rupanya Allah ta’ala mengabulkan apa yang menjadi do’a ibu tadi, dan ketika di dalam kubur, ibu tadi melihat diatas kepalanya terdapat sinar yang terang dan ia melihat ada sebuah kamar yang terbuat dari kaca di tengah kebun yang indah, yang di jaga oleh dua wanita yang cantik jelita.

Wanita : “Wahai ibu, kemarilah” (dan ibu tadi langsung menghampirinya) Ibu :”Assalamu’alaikum….” (namun salam tersebut tidak dijawab) Ibu tadi melihat kejadian yang aneh pada kedua wanita tersebut yang kondisinya sangatlah berbeda. Yang satu dikipasi oleh seekor burung dengan sayapnya, namun yang satunya lagi kepalanya di patuk oleh seekor burung hingga darahnya bercucuran. Ibu tersebut bertanya pada wanita yang pertama : “Amal apakah yang engkau lakukan, sehingga kamu memperoleh kemuliaan yang sangat besar ini ?” wanita pertama menjawab : “Di dunia aku selalu ta’at pada suamiku, sehingga suamiku meridhoi aku ketika aku mati dan Allah meridhoi keta’atanku pada suamiku dan ketaatanku pada-Nya”. Lalu ibu tadi bertanya pada wanita yang kedua : “Dengan sebab apa kamu mendapat siksaan yang amat pedih ini ?” wanita menjawab : “Di dunia dulu akau adalah seorang wanita yang sholehah dan rajin ibadah, namun pada suatu hari aku tidak patuh pada suamiku dan suamiku tidak ridho ketika aku mati, maka disini aku mendapatkan kemuliaan berupa kamar dan taman yang indah, karena ibadahku, namun aku juga mendapat siksaan yang pedih karena aku tidak taat pada suamiku, maka hai ibu ketika kamu nanti kembali ke dunia, aku minta tolong agar engkau mau memintakan ma’afku pada suamiku”.

Setelah berlalu tujuh hari maka kedua wanita tersebut berkata : “Wahai ibu, sudah tujuh hari kamu berada disini dan ini saatnya ibu kembali, karena anakmu sudah menunggumu dan sekarang ia sedang menggali kuburmu”. Ibu tersebut bergegas kembali ke kuburnya dan saat itu juga anaknya sudah selesai menggali kuburnya, lalu ia pun keluar dari kuburnya bersama anaknya yang menjemput tadi. Dan sesampai di rumah maka mulai saat itu juga ibu tadi di datangi banyak tamu untuk menanyakan kejadian yang telah terjadi atas dirinya, dan salah satunya adalah suami dari wanita yang ia temui di alam kubur. Dan ibu tadi bercerita tentang kejadian yang menimpa pada istrinya yang ia temui di alam kubur dan ibu tadi menyampaikan pesan agar suami memberikan ma’af pada istrinya. Mendengar penuturan sang ibu tadi, suami tadi menangis, ia merasa sangat kasihan terhadap istri yang dulu sangat dicintinya. Lalu iapun memberikan ma’af pada istrinya dan mendo’akannya agar ia segera mendapat ampunan dari Allah Swt.

Pada malam hari setelah sang suami tadi memberikan ma’afnya kepada istri yang sudah di dalam kubur, ibu tadi bermimpi bertemu dengan wanita yang ia temui di alam kubur dan sekarang keadaanya lebih baik karena sudah dibebaskan dari siksa sebab pemberiaan ma’af dari suaminya.
(Syeikh Ahmad Syihabuddin Al Qulyubi ra)

Dikirim pada 04 Juli 2010 di Tauhid

" Bersabarlah ketika menerima cobaan dan ujian dari NYA "



Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani berkata,dari Nabi SAW : " sesungguhnya ALLAH tidak menyiksa kekasihnya,tetapi hanyalah mencobanya "

Orang beriman tetap bertahan dari cobaan ALLAH ,bahkan malah menghantarkan dirinya kepuncak kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Ia menerima cobaan itu dengan sabar tanpa mengadu kepada orang lain atau meminta bantuan kepada selain ALLAH,bahkan pada saat itu ia lebih giat bersama DIA.

Wahai orang yang di sibukkan dengan urusan dunia,sambutlah suara ini dalam tempat ini.Engkau bicara dengan mulutmu tanpa engkau ikuti dengan hati.Engkau berpaling dari ALLAH ,juga firman firman NYA ,dari Nabi NYA dan para pengikut mereka,juga terhadap kebenaran orang orang yang menjadi penerus mereka ( ulama ).Engaku pencabut kepastian dan ketentuan .Sungguh pemberian mahkluq lebih engkau utamakan daripada pemberian Al Haq.Rupanya tiada kalam dari ALLAH yg engkau dengar ,tidak juga dari suara suara hamba yang saleh yang dapat membawamu tobat,ikhlas dan bertobat.Terimalah ketentuan dan kepastian yang tersurat atas dirimu. Jagalah apa yang membawa kemuliaan dan merendahkan dalam fakir dan kaya,dalam sehat dan sakit ,dan terhadap apapun yang engkau sukai atau bahkan engkau benci.

Wahai manusia ,ikutilah ini ,sehingga praktis engkau menjadi pelayannya. Ikutilah yang lebih utama dan layanilah DIA sehingga DIA dapat melayanimu dan menyertaimu.

Wahai hamba,jika engkau bersedia melayani,engkau pun di layani.Jika engkau berhenti ,DIA pun berhenti.Layanilah Al HAq,jangan sibuk lalu meninggalkan NYA karena melayani pemimpin yang tidak membawa mudarat atau manfaat.Mana saja diantara mereka yang memberimu? Apakah mereka mampu memberimu sesuatu yang tidak di bagi untukmu,atau menentukan pembagian sesuatu yang tidak di bagikan oleh ALLAH?Tidak ada yang perlu di istimewakanuntuk mereka.Apabila engkau berkata bahwa pemberian mereka itu mendahului ,kafirlah engkau.Bukankah engkau tahu bahwa sesungguhnya tiada pemberi ,tiada penolak,tiada pencelaka,tiada yang Qadim,tiada yang akhir kecuali ALLAH.Jika engkau berkata ," sesungguhnya aku tahu hal itu,kukatakan padamu" Bagaimana engkau tahu ?dan mendahulukan selain DIA ?

Celaka,mengapa rusakkan akhiratmu dengan duniamu?Bagaimana engkau hancurkan ketaatanmu kepada NYA dengan tunduk pada nafsu ,setan dan mahkluq? Bagaimana engkau hancurkan taqwa dengan pengaduanmu kepada selain DIA? Tahukah engkau bahwa ALLAH pemelihara orang taqwa dan menjadi penolong mereka,pembenteng dan sumber pengetahuan mereka,serta penyelamat mereka dari kebenciannya? Penglihat hati mereka dan pelimpah rejeki untuk mereka tanpa batas? DIA berkata ( dalam hadis Quddsi? )" Wahai anak Adam,malulah kepada KU seperti engkau malu kepada tetanggamu yang saleh ."

Sabda Nabi SAW : " Apabila pintu seorang hamba terkunci dan tertutup tirainya ,sehingga menutupnya dari pandangan orang lain ,lalu dalam kesunyiannya ia bermaksiat kepada ALLAh,atas dirinya ALLAH berkata , " Wahai anak Adam ,engkau jadikan untuk KU pandangan yang mudah bagi Ku ."

Dikirim pada 04 Juli 2010 di Tauhid
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA